What's New
Loading....
Windows 10, memang tidak secepat Windows 7 dalam hal keoptimalan, namun dengan sejuta fitur baru, yang lebih menarik dari Versi windows sebelumnya.

Namun kekurangan yang dirasakan dalam penggunaan windows 10 ini adalah, kecepatan system akan terasa sangat berat jika kita menggunakan keseluruhan dari sumber daya laptop kita, dan rata rata disk usage akan 100 %, dan bahkan RAM yang kurang besar akan menambah beban laptop kita.

lalu bagaimanakah cara untuk mengoptimalkan windows 10 ini tanpa mengurangi atau menambah software, yang bahkan akan memberatkan sistem karena memakan banyak sumber daya RAM.
oke Check This Out.

  • Matikan Fitur Cortana.
Cortana adalah asisten pribadi kita jika kita menggunakan windows 10, dan dengan regional negara Inggris atau Amerika, namun jika kita berada di Indonesia, Cortana belum mendukung negara kita, selain Meringakan sistem kita, settingan regional laptop kita juga akan sesuai dengan lokasi kita yang berada diIndonesia. 

  • Jangan Instal Aplikasi Optimizations
Jika Kalian instal software untuk membersihkan registri, atau untuk mendefrag HDD, sebaiknya jangan menginstalnya terlalu lama, installah jika kalian akan menggunakannya, dan uninstal setelahnya, selain mengurangi beban ram, akan mudah juga memanagement aplikasi di laptop kita. 

  • Jangan Instal Smadav. 
Orang indonesia pasti tahu antivirus ini, percaya atau enggak, kadang ketika not responding smadav akan muncul pertama kali, dan juga smadav akan not responding sendiri, memang dalam keamanan akan lebih baik jika menggunakan 2 antivirus berbeda, namun saya rasa, jarang sekali menemukan virus yang berada di list smadav, dan rata rata Crack atau Patch yang akan dianggap virus oleh smadav, sedangkan oleh Avast Premiere, atau Kaspersky Internet Security pun tidak dideteksi. 
# namun, itu semua tergantung pilihan masing masing, akankah cukup menggunakan 1 antivirus luar atau kalian memang perlu menggunakan Smadav. 

nah itulah 3 cara mengoptimalkan WIndows 10 kalian, dan sudah saya coba sendiri, karena setelah instal ulang dan perpindahan OS sejak beberapa minggu lalu, dari windows 7 ke windows 10 lagi, saya tidak menginstal banyak software yang sekiranya memakan banyak sumber daya, bahkan AIMP sekalipun, karena saya lebih suka dengan Grove Music. 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat, berikan komentar kalian tentang postingan kali ini di bawah, bagaimanakah pendapat kalian tentang software diatas?

Berbeda dengan Linux Mint, dan Elementary OS yang masih dalam turunan Debian dan keluarganya, Arch Linux (atau Arch) adalah sebuah distro i686/x86-64 yang dikembangkan secara independen berdasarkan model paket rolling-release. Pendekatan desain pengembang distro ini berfokus pada minimalisme, keanggunan kode, kebenaran program dan modernitas. Versi 0.1 (Homer) telah dirilis pada 11 Maret 2002. [https://wiki.archlinux.org/index.php/Arch_Linux_(Indonesia)].



Secara Pengertian pun sudah sangat berbeda dengan distro linux lainnya, dari segi instalasi yang sangat minimalis, hampir sama dengan Gentoo minimal, atau Slackware, namun rengan beberapa perintah yang berbeda tentunya, yang dimana ketika kita menggunakan Sudo sebagai perintah dalam instalasi atau konfigurasi lainnya, Arch linux menggunakan pacman, sebagai perintah pentingnya. 

Kesan pertama yang saya rasakan ketika melakukan instalasi dan konfigurasi di Arch linux ini adalah, Waw, Simple, minimalis, keren, dan tentunya Ribet. tapi itu semua menurut saya menyenangkan, karena tutorial yang tersedia tidak sesusah Gentoo Linux. sehingga proses ngulik dan belajarpun semakin membara. 


Lalu apa sih kelebihan dan kekurangan Arch Linux ini , yuk kita bahas sedikit : 

Kelebihan: 
• Arch menyajikan lingkungan instalasi yang sederhana (tanpa GUI), dikompilasi untuk arsitektur i686/x86-64. 
• Arch itu ringan, fleksibel, dan sederhana. 
• Filosofi desain dan implementasinya membuatnya mudah untuk dikembangkan dan dibentuk menjadi sistem apapun yang Anda buat dari konsol minimalis hingga desktop mewah yang kaya fitur. 
• Arch menyediakan power user, kemampuan untuk membangun sistem dari dasar tanpa konfigurasi apapun. 
• Dengan model Rolling Release yang memungkinkan anda melakukan satu kali installasi dan akan ter-upgrade secara berkesinambungan tanpa harus melakukan install ulang atau upgrade secara besar-besaran. 

Kekurangan: 
• Banyak langkah-langkah tambahan dalam settingan sistem yang rumit. 
• Kurang cocok untuk kalangan pelajar yang ingin serba mudah, tapi sangat cocok buat kalian yang suka ngoprek. 
• Proses penginstallannya harus terkoneksi dengan internet.

Nah ada beberapa kekurangan yang saya sebenarnya gak suka, yaitu, Penginstalanya harus menggunakan Internet, tapi gak apa apalah, kalo kalian pernah instal gentoo linux, ngeluarin kuota 1 Gb buat Arch Linux masih mendingan deh. 

Gimana sih cara instalasinya : untuk cara instalasi saya gak bisa membahasnya disini, karena ternyata kepanjangan, apalagi buat screenshotnya, jadi silahkan kunjungi [http://www.jagongoding.com/blog/tutorial-cara-install-arch-linux

Nah setelah kalian melakukan Instalasi dengan sempurna, langkah kalian juga belum berhenti sampai disana, yang dimana, tentunya kalian pasti harus menginstal beberapa komponen penting lainnya, dan Berikut Link yang akan saya sertakan dari www.jagongoding.com.
Bentar, sebelum saya bahas lebih lanjut, kayaknya www.jagongoding.com itu dibuat khusus untuk Arch linux deh?.. entah siapa adminnya, tapi saya sangat berterima kasih atas bantuannya berupa tutorial dan informasinya, karena jujur, kalo saya cari sendiri dari google atau youtube kebanyakan tutorialnya berbahasa inggris, jadi tentu saja saya masih kurang memahami dari penjelasan yang diberikan.

Itu saja mungkin Kesan Pertama Ketika saya memakai Arch Linux, dan mungkin setelah instalasi dan oprek ini itu, akan saya berikan tutorial selanjutnya, di Review dan Aplikasi di Arch Linux, yang akan saya Posting beberapa saat kemudian.

Terima Kasih kepada www.jagongoding.com. yang sudah memberikan tutorial yang sangat bermanfaat. 


Youtube, siapa yang gak tau Youtube?.. mungkin diseluruh dunia ini sudah pada kenal dengan yang namanya Youtube, bahkan anak anak, yang saat ini kebanyakan aktif nonton Video, yang bukan untuk umurnya. 

Namun saya gak akan membahas tentang perkembangan zaman yang makin gila ini, karena bukan saatnya untuk membahas itu, dan mungkin akan saya bahas di postingan selanjutnya, karena saya sedikit malas untuk melihat dan menganalisis tentang perkembangan zaman, yang salah diambil oleh anak anak sekarang. 



Nah pada kesempatan kali ini, langsung saja saya akan membagikan sebuah informasi berjudul : 3 Cara Mudah Download Video dari Youtube. 

Caranya sangat simple sih, yang pertama : 
  • Download Menggunakan IDM [Internet Download Manager], siapa yang gak kenal dengan IDM, untuk mendownloadnya kalian harus mendownload IDM terlebih dahulu, selanjutnya pastikan Browser kalian juga Sudah dalam versi terbaru. lalu buka video yang akan kalian download, secara otomatis akan muncul Button Download diatas video kalian. 
  • Download Menggunakan Youtube Downloader. kalian bisa download dengan menggunakan software ini, caranya sangat mudah cuma mengcopy pastekan URL video kalian, lalu download deh. 
  • Download Menggunakan http://en.savefrom.net, ini cara yang paling saya suka, bisa kalian praktekan di linux atau di mac, cuma buka link http://en.savefrom.net, lalu pastekan URL Video kalian, lalu download deh.





Nah dengan 3 cara diatas, kalian bisa mendownload Video dari youtube dengan mudah, nah gampangkan?.. tapi ingat jangan sering download youtube, kalo gak mau kuota kalian cepet habis. :D
Virtual Machine memungkinkan kita untuk menginstal OS didalam OS, dengan bergitu akan sangat mudah bagi seorang reviewer atau bahkan Tester untuk mencoba aplikasi tersebut, tanpa menghilangkan atau mengganggu sistem Utama, setidaknya itulah yang saya rasakan, terutama dalam sebagaian hal yang dimana kita harus menkonfigurasi DNS server, yang harus menggunakan Linux, dengan hanya mempunyai 1 device, masa demi satu mata kuliah saya harus beli laptop baru?.. kan gak banget ya. 

nah selama pemakaian Virtual machine , sudah ada beberapa yang saya coba, dimulai VirtualBox yang sudah saya pakai di windows 10, 7 dan Linux, dan VMware yang saat ini saat ini selalu saya pakai. 

Pertama tama, saya akan menjelaskan tentang Kelebihan dan Kekurangan antara VirtualBox dan VMware. dan sebagai bonus saya akan memberikan sebuah review singkat tentang kedua Virtual Machine tersebut. 

  • Virtual Box
Software yang dikembangkan oleh Oracle, dan bisa didownload secara gratis ini menurut saya sangat simple, dengan konfigurasi yang sangat mudah, dan bahkan setiap orang bisa mendownload Software ini secara cuma cuma, ada kelebihan yang saya suka di software ini, Selain Gratis, Software ini tersedia di Linux juga, jadi dulu banget, ketika saya masih menggunakan Linux Elementary sebagai OS utama, saya menginstal VirtualBox di OS tersebut, untuk menginstal Windows 7. karena dikembangkan diberbagai OS maka sangat mudah ketika kita beralih OS sekalipun. 

Namun ada satu hal yang sangat saya tidak suka ketika Versi 5 dirilis, perbedaan performa dalam menjalankan OS didalam VirtualBox pun terasa sangat lambat, ngelag, dan gak bisa diguanakan bahkan hanya untuk menonton video, apalagi main game. namun jika masih memakai versi 4, rasanya gak ada tuh masalah ngelag, namun mungkin dengan versi yang lebih baru banyak dukungan OS yang sudah di Update. 






  • VMware
VMware software yang dibuat oleh VMware .inc, ini berbeda dengan VirtualBox yang dimana VB itu Gratis, nah VMware ini tersedia dalam 2 versi yang berbeda, diantaranya VMware Player [versi gratisnya] dan VMware Workstation Pro [versi bayarnya]. nah disini saya menggunakan versi berbayarnya, karena kalo versi gratisnya itu memiliki banyak keterbatasan, diantaranya hanya bisa menjalankan 1 OS saja.



Ada beberapa hal yang saya suka diantaranya, software ini ringan banget, bahkan lebih ringan dibandingkan dengan VirtualBox, kompatibilitas OS nya banyak, bahkan sampai versi terbarupun ada, namun satu hal yang saya gak suka, yaitu selain versinya yang berbayar, tidak tersedianya di linux membuat saya tidak bisa menjalankan Software ini di Linux. 


Nah bagaimanakah menurut kalian, manakah yang kalian suka diantara 2 SOftware tersebut. 


Dikarenakan salah satu tugas mata kuliah yang dimana saya harus membuat sebuah Web Server dan Ftp Server di Linux saya akhirnya kembali lagi ke OS yang satu ini, setelah beberapa lama saya menggunakan OS ini, ada kesan dan perasaan baru kepada Linux yang saat ini saya gunakan, berbeda dengan elementary OS yang sudah lama saya tinggalkan, dalam OS linux Mint ini sudah terbundle dengan beberapa software Penting didalamnya, seperti [Libre Office, Firefox, dan software lainnya], sehingga, bagi kalian yang gak ingin ribet download ini itu sebagai pelengkap, saya rekomendasikan OS Linux Mint ini sebagai OS kalian.

Nah ada beberapa hal yang akan saya bahas didalam Postingan kali ini, diantaranya : Performa, Stabilitas, Kompatibiltas, dan  User Experience. Mari kita bahas yang pertama. 

  • Performa
Jika dalam masalah performa, saya rasa hal itu sangat berkaitan dengan Hardware apa yang digunakan, namun berbeda dengan windows, Linux hanya mengambil sedikit sumber daya, dalam RAM, dan CPU maka akan sangat terasa perbedaannya, selama dalam pemakaian, saya menggunakan OS ini sebagai salah satu OS untuk bersosial media, Nulis di Blog, dan Juga sebagai bahan Ngoprek saya, karena jujur, di linux itu banyak banget hal yang bisa kita Ulik sendiri, dan tentunya menyenangkan. 


  • Stabilitas
Selama saya menggunakan OS ini sama dengan Distro Linux yang lain, yang dimana, gak ada permasalah yang terasa, apalagi not responding atau stopped working yang sering terasa di windows, di Linux itu semua hanya mitos saja. 

  • Kompatibiltas
Kalo masalah kompatibiltas, saya rasa semua linux itu memiliki hal yang sama, dibagian Driver ada beberapa driver yang sulit ditemukan, contohnya saya jadi gak bisa merekam suara dikarenakan teknologi Hybrid yang sudah terpasang di port jack 3.5 mm yang ada di laptop saya. selain driver ada beberapa software yang menjadi sebagian hidup saya, contohnya : Visual Studio, Premiere, dan Photoshop, yang menjadi bagian kerja dan belajar saya, meski ada software yang serupa namun tidak sama tentunya.  andaikan linux mendukung software software tersebut, saya tidak usah bulak balik OS lagi. 


  • User Experience
Selama saya memakai Linux ini, saya rasa gak ada rasa gak nyaman, apalagi dalam performa, dan stabilitas, gak ada virus dan sangat mudah dioprek, gak ribet, dan simple, hanya saja dari segi kompatibilitas software saya merasa sangat kurang, karena kalo dipakai kuliah OS ini gak akan terlalu berguna, kecuali dalam mata kuliah Jaringan Komputer, Web Server, dan Pemrograman Web. 

jadi ada beberapa nilai Pribadi dari 4 hal yang sudah saya bahas diatas diantaranya : 

  1. Performa : nilai  9/10 
  2. Stabilitas : nilai 8/10
  3. Kompatibilitas : nilai 4/10
  4. User Interface : nilai 9/10

Bagaimana menurut kalian tentang OS ini, silahkan berikan komentar kalian dibawah. 😁
Google Chrome adalah Browser Terbaik menurut saya, dimana hampir disetiap Device yang saya gunakan, saya selalu menggunakan browser ini, Kenapa yang terbaik?... Jawabannya dikarenakan selera saya yang selalu membuka beberapa akun, seperti Facebook, Youtube, dan Bahkan Blogger, yang dimana, saya malas mendapatkan informasi "Akun anda dibuka di Browser XXXX" yang tentunya disetiap momen akan ada dimana saat kita diharuskan untuk mengubah password, lah jelas jelas yang buka akun itu saya, cuma di browser yang berbeda.

Nah selain di Windows 10, dan 7 yang saat ini saya gunakan, setelah lama sekali saya tidak mencoba linux, akhirnya saya kembali lagi pada OS gratisan ini, Bukan elementary OS atau Ubuntu namun sekarang saya mencoba Mint, dengan Interface Cinnamon, kenapa gak KDE? saya sudah bosan dengan tampilan KDE selama beberapa saat saya menggunakan Linux kembali. 

nah dan pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah info bagaimana caranya instal Chrome di Linux, karena mungkin sebagian orang tidak menemukan google chrome di Software Centernya, dan hanya menemukan Chromium, sebenarnya sangat mudah sih, Berikut Caranya : 

  1. Download Softwarenya di : https://www.google.com/chrome/browser/desktop/

Setelah melakukan download, maka file akan tersimpan secara otomatis di folder download, cara mudahnya kalian cuma langsung aja double click di file chrome, dan biarkan instalasi berjalan, pastikan juga kalian mendownload chrome sesuai dengan versi OS kalian, karena ada beberapa tipe extension yang tersedia, contoh .Deb itu adalah ext yang diguanakan do OS Debian dan Keturunannya [ubuntu, mint, elementary DLL].

      2. Instal File 


Instal dan biarkan proses berjalan, setelah kalian berhasil maka, secara otomatis chrome akan tersedia di Aplikasi Linux kalian. 


Semoga bermanfaat.


Masalah yang cukup Mainstream, kadang salah satu partisi di Sistem Operasi kita Menghilang begitu saja, namun umumnya masalah ini ada 3 Jenis, yang diantaranya : Hilangnya Drive letter, Rusaknya Perangkat, dan Rusaknya System MBR di Harddisk Kita. 


2 Hal diatas sudah saya rasakan, dan sangat membuat saya tidak enak hati, bagaikan ditinggal pacar buat jalan jalan sama cowok lain. 
Nah dan pada kesempatan kali ini, saya akan share informasi bagaimana caranya untuk Mengembalikan Partisi Yang Hilang, langsung saja : 

1. Jika masalahnya berada pada Drive Letter, kalian cuma bisa masuk ke Disk Management, dan Pilih Partisi yang Hilang, lalu Klik Kanan, Lalu Pilih Change Drive Letter.

2. Jika Masalah kalian Terjadi jika Rusaknya MBR di HDD kita, maka cara Diatas tidak akan berhasil, lakukan langkah ini. Download Partition Recovery, Instal dan jalankan, selanjutnya Masuk ke Recovery, lalu Pilih HDD yang Hilang, selanjutnya pilih Complete Scan, dan Tunggu sampai selesai. 



nah bagaimana menurut kalian, karena saya juga awalnya sangat merasa khawatir akan hilangnya Data di HDD External saya, masalah awalnya terjadi pada suatu malam, ketika saya memasukan perangkat HDD External ke laptop saya, dan Tidak munculnya Partisi di Windows Explorer, atau Bahkan di Explorer Linux, dan disanalah saya sangat khawatir, setelah saya mengecek di device manager tidak ada masalah pada Driver HDD saya, selanjutnya ketika saya melakukan pengecekan di Disk management, dan disanalah saya semakin kelabakan, dimana HDD Ext saya tiba tiba Unallocated dan minta untuk di Initialize Disk.
Selain Partitions Recovery tadi kalian juga bisa mendownload Software Sejenis, misalkan Seperti EaseUS atau MiniTool ya silahkan didownload sesuai selera kalian.

USB alias Universal Serial Bus, yang mungkin perkembangannya sekarang sudah sampai ke Versi USB Type C, dan mungkin setiap saat kita sering menggunakannya, mungkin hanya untuk sekedar Tranfer data, masangin Mouse atau sebagainya, nah pada kesempatan kali ini, saya akan share informasi tentang Perbedaan Kecepatan Transfer USB 3.0 dan USB 2.0 yang sangat jauh sekali perbedaannya, dan sesuai dengan Praktek yang saya lakukan sendiri, mungkin bagi sebagian orang yang laptop atau PC nya masih menggunakan USB 2.0 akan sedikit penasaran tentang Teknologi yang sudah lama ini.


Oke mari kita sedikit bahas tentang USB 3.0 sesuai dengan konten Wikipedia : 
USB versi 3.0 dirilis November 2008. Beberapa perubahan telah diimplementasikan di USB 3.0 seiring dengan peningkatan penggunaan perangkat eksternal dan kebutuhan kecepatan lebih tinggi. Kecepatan transfer data USB 3.0 sekitar 3.2 Gbps (400 MB/s), dan secara teori dapat mencapat 4.8 Gbps. Kecepatan ini 6 sampai 10x lebih cepat dari maksimal kecepatan USB 2.0. USB 3.0 mengenalkan teknologi transfer data dua arah (full duplex), sehingga dapat membaca dan menulis data secara bersamaan (simultan). USB 2.0 dan sebelumnya belum mendukung teknologi bi-directional ini. Tegangan listrik diturunkan dari 4.4V menjadi 4V, kemudian arus juga ditingkatkan (menjadi 150mA), sehingga selain lebih hemat energi, sebuah port USB 3.0 dapat digunakan 4-6 perangkat. Power managemen lebih baik dibanding USB 2.0, sehingga mendukung idle, sleep dan suspend. Ujung USB 3.0 akan sama dengan USB 2.0 (standard), tetapi kabel didalamnya akan lebih banyak, ada tambahan 4 jalur kabel dibanding USB 2.0 (total ada 9 jalur kabel).

Kecepatan Transfer yang cepat diberikan oleh USB 3.0 ini sangat terasa jika Transfer dilakukan oleh kedua Device dengan Tipe USB yang sama, Misalkan Menggunakan Flashdisk USB 3.0 dan Port USB 3.0 maka kecepatan akan sangat terasa, bahkan sampai tembus 100 Mbps untuk mentransfer sebuah file single dengan ukuran 3 Gb, sangat terasa ketika mentranfer file yang sama dengan USB 2.0.


Berdasarkan gambar diatas sudah bisa disimpulkan bawah kecepatan Tranfer USB 3,0 lebih cepat bahkan sangat Cepat jika dibandingkan dengan USB 2.0.

sayang sekali saya masih belum mempunyai device dengan komponen port usb type c didalamnya, sehingga saya masih belum bisa memberika review untuk diceritakan didalam blog ini. 

Bagaimanakah menurut kalian, masihkah kalian menggunakan USB 2.0 untuk pemakaian sehari hari, atau bahkan seluruh port di PC atau Laptopnya sudah mendukung USB 3.0?..